Mahasiswa KKNT GENTASKIN Edukasi Cegah Stunting pada Ibu Hamil dan Ibu Balita di Desa Netpala

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem (GENTASKIN) menggelar kegiatan edukasi pencegahan stunting bagi ibu hamil dan ibu yang memiliki balita di Balai Desa Netpalla.

14 July 2026  |  Desa Netpala, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timur Tengah Selatan.  |  179 kali dilihat

Berlangsung Foto Berita

Kelompok mahasiswa KKNT GENTASKIN, ibu-ibu hamil dan ibu balita foto bersama usai edukasi penjegahan stunting di aula Desa Netpala, Selasa (14 Juli 2026)

KUPANG, ASTRIAINITIA.COM-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem (GENTASKIN) menggelar kegiatan edukasi pencegahan stunting bagi ibu hamil dan ibu yang memiliki balita di Balai Desa Netpala, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 12.00 WITA ini diikuti oleh 36 peserta, terdiri atas 4 ibu hamil dan 32 ibu yang memiliki balita. Selain memberikan penyuluhan, mahasiswa juga membagikan leaflet sebagai bahan bacaan agar para ibu dapat memahami cara mencegah stunting dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Program KKNT GENTASKIN merupakan program yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV. Sebanyak 41 perguruan tinggi mengikuti program ini, terdiri atas 37 perguruan tinggi dari Nusa Tenggara Timur dan 4 perguruan tinggi dari luar NTT. Para mahasiswa ditempatkan di 100 desa yang tersebar di 13 kabupaten di Nusa Tenggara Timur untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem.

Di Desa Netpala, mahasiswa berasal dari berbagai program studi, seperti Keperawatan, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Kimia, Administrasi Publik, PGSD, Teknik Informatika, Arsitektur, Hukum, PJKR, Akutansi dan Peternakan. Mereka berasal dari Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA), Universitas Nusa Cendana (UNDANA), Universitas Citra Bangsa, STIKOM Uyelindo Kupang, Universitas Aryasatya Deo Muri, Universitas Kristen Artha Wacana, STIKES Maranatha Kupang, dan Institut Pendidikan Soe. Kegiatan didampingi oleh Dosen Pendamping Lapangan, Maria I. Leo, M.Si., dari Institut Pendidikan Soe.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pentingnya imunisasi sebagai salah satu upaya mencegah stunting. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan mendapat sambutan yang baik dari masyarakat.

Bidan Puskesmas Kapan, Imelda Lay, S.Tr.Keb., mengatakan bahwa kegiatan edukasi seperti ini sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan pemahaman tentang kesehatan ibu dan anak.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena melalui Posyandu kita dapat mengetahui apakah seorang anak mengalami stunting atau tidak, memantau perkembangan berat badan, serta memastikan anak usia 0 sampai 9 bulan mendapatkan imunisasi sesuai jadwal,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKNT GENTASKIN berharap para orang tua semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan pemenuhan gizi anak sejak dalam kandungan hingga masa balita. Dengan kerja sama antara mahasiswa, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat, upaya menurunkan angka stunting di Desa Netpala diharapkan dapat berjalan lebih optimal.

Penulis: Seran Sebho

Bagikan Berita Ini
Untuk Instagram, klik "Salin Link" lalu tempel di Story atau DM kamu.
Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!